Senin, 22 Februari 2010

SI KERAS KEPALA DARI JERMAN



Kenal Nietsche?
Kalau iya mungkin anda akan mengatakan lelaki yang satu ini adalah salah satu manusia paling berdosa di dunia. dengan lantang bapak filosop gila ini mengatakan "Tuhan telah Mati" dalam bukunya "demikian sabda Zurhathusra". tapi pernahkah anda berfikir. tulisan ini sebenarnya 'dicontek" Niesche dari sebuah scrip tua yang berjudul "Diary pada sebuah kapal" yang oleh kakak perempuannya dijelaskan pada psikolog gustav Jung bahwa adiknya waktu kecil suka sekali membaca buku tersebut.
Kini coba kita lihat bagaimana Niesce demikian nekat mengatakan Tuhan Telah Mati. sebagian orang menganggap tindakan Niesce ini diakibatkan oleh Frustasinya menghadapi hidup yang berad pada masanya. namun bila lebih jauh ditelaah pada kenyataan memang banyak orang yang mengakui ada Tuhan justru membunuh Tuhan dalam dirinya. kini akan kita coba analisis drama Sartre berjudul Caligula. yang kita perlu tahu Tuan Sartre ini selain seorang dramawan, seorang penulis novel jga psikolog dan filoshop. kini akan dibahas bagaimana seorang Caligula membunuh untuk cinta, mengulangi satemen Ghote yang berbunyi" saya membunuh karena saya ada". apa dibalik kegilaan dunia filsafat ini. ternyata dalam kecarutmarutan dunia ini kebenaran sejati sulit sekali ditemukan. kaetika Ibnu Al farabi mengatakan "orang gila mengangap orang waraslah yang gila" atau pada baian lain misalnya "jangan main-main dengan Kelaminmu" dilontarkan oleh seoran Djenar Maesa Ayu kita akn berfikir bahwa dunia ini selalu carut marut namun berusaha disembunyikan. ngomong-ngomong soal kelamin, semua orang marah kalau kita bicara sembarangan tapi manusia waras mana yang tak suka kelamin. nah kalau bicara Tabu ini Freud mengungkap Tabu itu adalah usaha menyembunyikan kesukaan manusia yang pada yang jalang-jalang meniru laku binatang. nah kini fikirkan bagaimana drama mencoba menertawakan kemunafikan manusia sekaligus meluruskan kejalangan manusia.
Selamat Berlatih

LOGIKA PENDIDIKAN KAPITALISME

saat kita menyerahkan anak kita untuk masuk sebuah sekolah  apa yang kita bayangkan?. mungkin dogma sewaktu kita kecil begitu kental dikepala sehingga setiap hari yang kita fikirkan bagaimana supaya bisa jadi PNS. kalau tidak PNS itu belum lagi bekerja namanya. kita seperti lupa bahwa untuk dapat hidup dan mencari nafkah bukan hanya dengan bekerja di lembaga pemerintahan. kita telah dilatih menjadi sekrup yang menunjang mesin kapitalisme global. setiap  tahun dunia dipenuhi orang-orang terpendidikan yang sibuk mencari kerja. cari kerja? ya mencari kerja. padahal disekeliling kita banyak pekerjaan yang terbengkalai. banyak bidang yang tidak tersentuh, paradigma fikir bahwa bila tidak menjadi pegawaidianggap menganggur membuat orang berlomba menjadi pegawai negeri walaupun harus menghalalkan segala cara. logika fikir semacam ini adalah racun kemauan bangsa. kalau menjadi PNS dianggap abdi negara, bagaimana dengan orang-orang yang berkarier di bidang swasta yang setiap waktu membayar pajak? mereka dengan jelas memberikan hasil jerih payah mereka untuk menunjang pembangunan bangsa ini, sementara kalangan PNS justru mengharapkan uang gaji dari negara yang kadang kala tidak sesuai dengan jerih yang merejka keluarkan. logika bahwa menjadi PNS akan membuat hidup menjadi aman mebuat banyak pegawai yang digaji negara menjadi tidak produktif. banyak menganggur tidur kemudian terima gaji dan tunjangan. Sekolah menjadi sebuah investasi masa depan untuk dapat bekerja di Lembaga negara yang pada akhirnya memberi kesaempatan untuk bermalas-malas dan terima gaji tiap bulan. ini bena-benar sebuah sistem yang menjadikan sekolah sebagai media investasi dagang. bagaimana mungkin pendidikan akan maju bila orientasi pelajar yang menuntut ilmu adalah mempersiapkan diri menjadi pekerja, bukan motivator yang kaya ilmu untuk memperjuangkan kemajuan dirinya dan bangsa tempat ia berada.
Pendidikan kapitalis selalu menciptakan sekrup yang siap digunakan bila sekrup lama rusak. keadaan demikian harus segera diatasi. kesadaran bahwa pendidikan adalah media pencerdasan bangsa dan mempersiapkan manusia yang siap menghidupi dirinya sendiri harus di mulai dari sekarang. keinginan jadi pegawai dikalangan orang terdidik harus segera dikurangi. dengan menjadi pegawai berarti anda adalah manusia yang harus dibiayai negara, seharusnya bangsa ini mempersiapkan orasng yang bangga membayar pajak demi kemajuan bangsanya, bukan manusia yang ketergantungan pada gaji yang dikeluarkan negara untuk menunjang hidupnya.
Paradigma pola pendidikan kapitalis menjadikan sekolah sebagai lembaga dagang yang mewah, jual  beli bangku sekolah jual beli ijazah tanpa mempertimbangkan kualitas lulusan, karena ijazah adalah modal untuk mendapatkan pekerjaan dimana  manusia bisa bermalas-malasan. keterampilan dan skill menjadi tidak penting karena dengan menambah modal sedikit (suap) maka pekerjaan yang didamba segera didapat, kalau terus cara pikir ini dijaga maka akan mengakibatkan krisis disegala hal, hingga tingkat paling fondamental dalam kehidupan manusia yakni moral. semoga kita segera sadar bahwa sekolah adalah persiapan sumber daya fondamental untuk membina skill dan pola fikir, bukan untuk modal menjadi PNS.