Kalau iya mungkin anda akan mengatakan lelaki yang satu ini adalah salah satu manusia paling berdosa di dunia. dengan lantang bapak filosop gila ini mengatakan "Tuhan telah Mati" dalam bukunya "demikian sabda Zurhathusra". tapi pernahkah anda berfikir. tulisan ini sebenarnya 'dicontek" Niesche dari sebuah scrip tua yang berjudul "Diary pada sebuah kapal" yang oleh kakak perempuannya dijelaskan pada psikolog gustav Jung bahwa adiknya waktu kecil suka sekali membaca buku tersebut.
Kini coba kita lihat bagaimana Niesce demikian nekat mengatakan Tuhan Telah Mati. sebagian orang menganggap tindakan Niesce ini diakibatkan oleh Frustasinya menghadapi hidup yang berad pada masanya. namun bila lebih jauh ditelaah pada kenyataan memang banyak orang yang mengakui ada Tuhan justru membunuh Tuhan dalam dirinya. kini akan kita coba analisis drama Sartre berjudul Caligula. yang kita perlu tahu Tuan Sartre ini selain seorang dramawan, seorang penulis novel jga psikolog dan filoshop. kini akan dibahas bagaimana seorang Caligula membunuh untuk cinta, mengulangi satemen Ghote yang berbunyi" saya membunuh karena saya ada". apa dibalik kegilaan dunia filsafat ini. ternyata dalam kecarutmarutan dunia ini kebenaran sejati sulit sekali ditemukan. kaetika Ibnu Al farabi mengatakan "orang gila mengangap orang waraslah yang gila" atau pada baian lain misalnya "jangan main-main dengan Kelaminmu" dilontarkan oleh seoran Djenar Maesa Ayu kita akn berfikir bahwa dunia ini selalu carut marut namun berusaha disembunyikan. ngomong-ngomong soal kelamin, semua orang marah kalau kita bicara sembarangan tapi manusia waras mana yang tak suka kelamin. nah kalau bicara Tabu ini Freud mengungkap Tabu itu adalah usaha menyembunyikan kesukaan manusia yang pada yang jalang-jalang meniru laku binatang. nah kini fikirkan bagaimana drama mencoba menertawakan kemunafikan manusia sekaligus meluruskan kejalangan manusia.
Selamat Berlatih
